Catatan Akhir Ketua Umum PPIA ACT: Buku-Pesta-“Cinta”

pandu

“Winners Never Quit, and Quitters Never Win!!”

Assalamualaykum Wr.Wb.

Salam sejahtera untuk seluruh rekan-rekan di Canberra,

Alhamdulillah, puji syukur bagi Allah, Tuhan semesta alam yang menggenggam segala sesuatu, yang telah membimbing kita dalam menjalani hidup ini.

Kepengurusan PPIA ACT periode 2013/2014 kini telah usai, terasa singkat jika merasakannya hari ini. Namun, terasa lama jika yang diingat adalah beban dan amanah yang tidak ringan.

Kami memaknai peran sebuah organisasi kemahasiswaan yang bernama Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) tidak hanya sebagai ajang perkumpulan mahasiswa Indonesia di luar negeri, tetapi harus juga dapat berperan sebagai katalisator untuk dapat terus menghidupkan gerakan intelektual mahasiswa. PPI adalah embrio harapan masa depan bangsa, dan merupakan wadah bagi mereka yang mempunyai mimpi untuk menghadirkan perubahan yang lebih baik bagi bangsa Indonesia.

Dengan harapan itulah, PPIA ACT 13/14 mempunyai visi untuk dapat “menjadi sebuah lembaga yang dapat menghidupkan gerakan intelektual mahasiswa demi Indonesia yang lebih baik”. Dalam upayanya tersebut, kami mengangkat slogan Buku-Pesta-‘Cinta’ yang cukup terkenal di era 1960an untuk menggambarkan kehidupan mahasiswa yang dinamis, kritis, dan bebas. Slogan ini selalu berupaya kami jadikan “ruh” yang mendasari segala kegiatan yang dijalankan. Kami senantiasa ingin mewujudkan PPIA ACT sebagai wadah pembelajaran, yang senantiasa bergerak bersama mengoptimalkan segenap potensi mahasiswa Indonesia di Canberra.

Untuk mewujudkan hal tersebut, ada tiga core pilar yang berupaya kami tekankan dalam kepengurusan ini, yakni (1) bagaimana dapat mengangkat semangat keilmuan dengan terus berupaya mewarnai ruang diskursus di Canberra; (2) menekankan manfaat PPIA kepada seluruh masyarakat Indonesia di Canberra dengan menjadikan keragaman dan keunikan elemen-elemen masyarakat tersalurkan melalui wadah-wadah yang difasilitasi PPIA; serta (3) berupaya untuk bersama-sama belajar mencintai Indonesia dengan cara lebih meningkatkan kepeduliaan dan kepekaan kita akan berbagai tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia.

Pilar pengabdian pertama dalam mengangkat semangat keilmuan di Canberra, ditandai dengan hadirnya beberapa program inovatif yang digawangi oleh Departemen Kajian Gerakan dan Keilmuan seperti ‘Disko’ (Diskusi Kontemporer), ‘Ngetok’ (Ngenal Tokoh), ‘Nomat’ (Nonton bersama KGK), dan juga ‘Diskusi ala Warung Kopi’. Selain itu juga, pada kepengurusan PPIA ACT 2013/2014, kami dengan bangga telah berhasil menjadi tuan rumah dari Konferensi Internasional Pelajar Indonesia (KIPI) 2014. Acara KIPI 2014 yang diselenggarakan pada tanggal 7-8 Maret 2014 di ANU menjadi acara terbesar yang pernah diselenggakan oleh PPIA ACT. Dari sisi penyelenggaraan acara, KIPI 2014 tidak hanya berhasil membangun jaringan dengan para peserta yang datang dari Indonesia maupun negara lainnya, tetapi juga dapat menjalin kerjasama dengan KBRI Canberra, Australia-Indonesia Youth Association (AIYA), PPIA di berbagai wilayah di Australia, dan terutama juga, KIPI 2014 dapat mengkonsolidasikan seluruh komunitas akademik Indonesia di Canberra.

Pilar pengabdian berikutnya dalam menekankan manfaat PPIA kepada seluruh masyarakat Indonesia di Canberra ditandai dengan reaktivasi dan berkembangnya komunitas olahraga dan seni di Canberra. Beberapa komunitas olahraga dan seni budaya, seperti Canberra Indorunners, Genjot Sepeda ACT, Garuda Canberra (Basket), Futsal aktif setiap minggunya mengadakan kegiatan masing-masing. Pada kepengurusan 2013/2014 ini pula, melalui acara Workshop Fotografi yang kami adakan pada akhir tahun 2013 yang lalu, kami telah meresmikan berdirinya komunitas fotografi ‘Canberra IndoJepreters’. Kegiatan ‘Southeast Asian Multicultural Festival’ yang dilanjutkan dengan turnamen Olahraga “Mini ASEAN SEAGAMES” merupakan juga program inovatif yang diadakan dalam kepengurusan 2013/2014. Selain itu, PPIA ACT juga telah dengan erat bekerjasama dengan diaspora Indonesia di Canberra untuk mengadakan acara Pasar Senggol.

Pilar ketiga dalam berupaya untuk bersama-sama belajar mencintai Indonesia dengan cara lebih meningkatkan kepeduliaan dan kepekaan terhadap sesama, ditandai dengan hadirnya program Menu Amal sebagai wadah kepedulian masyarakat Indonesia terhadap berbagai bencana yang melanda tanah air. Dalam satu tahun kepengurusan ini, setidaknya PPIA ACT telah menggagas beberapa penggalangan bantuan seperti bantuan untuk Korban Bencana Gempa Aceh, Korban Taifun Haiyan di Filipina, dan juga bantuan untuk Korban bencana Gunung Kelud dan Sinabung. Selain itu, PPIA ACT juga berupaya meningkatkan semangat kebersamaan mahasiswa Indonesia di Canberra dengan semaksimal mungkin membantu proses settlement para mahasiswa baru yang datang ke Canberra lewat program ‘Welcoming Maba (Mahasiswa Baru)’-nya.

Selain dengan tiga pilar tersebut, pada kepengurusan ini pula kami telah berupaya membangun sistem internal organisasi yang yang profesional, dimulai dengan pemilihan logo PPIA ACT dengan mekanisme open tender, penerapan bentuk LPJ kegiatan setiap bulan yang disampaikan melalui Newsletter bulanan PPIA ACT yakni ‘Ibu Kota’, dan adanya kumpul rutin bulanan pengurus PPIA ACT untuk mengkoordinasi berbagai kegiatan yang telah dan akan diselenggarakan setiap bulannya.

Berbagai kegiatan dan pengabdian yang telah kami lakukan di PPIA ACT 13/14 tersebut kami harapkan dapat menjadi kenangan tersendiri dan mendapat tempat spesial di memori masyarakat Indonesia di Canberra. Tentunya pula, kami menyadari masih banyak kekurangan dan kekhilafan yang dilakukan selama satu periode kebelakang. Namun, bukanlah menjadi suatu pembenaran untuk tidak melakukan pembenahan internal dan evaluasi demi tujuan pengabdian bagi Indonesia ke depannya. Oleh karena itu, kami mengucapkan banyak terima kasih atas segala kritikan dan masukan yang telah diberikan sehingga PPIA ACT dapat terus melakukan perbaikan dan akselerasi dari waktu ke waktu.

Terima kasih yang tidak terkira kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Menjaga atas segala rahmat dan kemudahan yang diberikanNya, sehingga kami dapat menjalani satu periode kepengurusan yang penuh makna ini. Ucapan terima kasih kami ucapan pula kepada Pak Nadjib Riphat Kesoema selaku Duta Besar RI di Canberra, Bapak Hanggiro selaku Kepala Fungsi Pensosbud, Prof. Ronny selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan, dan seluruh jajaran KBRI Canberra atas dukungan dan kerja samanya selama ini; Ibu Iwu selaku Ketua Diaspora Indonesia-Canberra, yang banyak men-support kami; partner kami dalam bekerja, PPIA ANU-nya Vina dan Gatra, PPIA UC-nya Sandro dan Naya, Mas Bagus dan Mas Faiz di PPIA Pusat serta seluruh komunitas Indonesia di Canberra, diantaranya Mas Erick dan Mas Awid dengan Indonesia-Synergy, Mas Rian dan seluruh diaspora penggagas Pasar Senggol, Mas Andro dan seluruh rekan-rekan di Toad Hall yang semuanya telah banyak memberikan masukan, kritik, dan bantuan berharga kepada PPIA ACT 13/14; tidak lupa, rekan-rekan PPIA Cabang dan Ranting dari seluruh Australia yang bersama-sama telah berupaya memberi warna kehidupan kita di Australia dan kontribusi untuk bangsa.

Ucapan terimakasih tentunya juga kami tujukan kepada seluruh mahasiswa dan masyarakat Indonesia di Canberra yang telah berpartisipasi dan turut mendoakan kelancaran seluruh aktivitas dan program kerja yang PPIA ACT lakukan.

Sebuah kebanggaan yang luar biasa juga ingin saya persembahkan kepada seluruh pengurus PPIA ACT 2013/2014 atas seluruh dedikasi, integritas, dan semangat yang dipersembahkan dalam melakukan fungsi-fungsi pengabdian dan pelayanan kepada publik yang telah dilakukan satu periode kebelakang. Semoga derajat manusia terbaik yang dapat memberikan manfaat bagi orang dan lingkungannya dapat kita gapai bersama, amien. Terakhir, selalu ingatlah kawan, bukan besar kecilnya tugas, yang menjadikan tinggi rendahnya dirimu, tapi jadilah saja dirimu, sebaik-baiknya daripada dirimu sendiri, karena: ‘You only get what you give!!’

Pandu Utama Manggala

Ketua Umum PPIA ACT 13/14

“Buku-Pesta-‘Cinta’”

Advertisements