Unravelling the Complexity of Indonesia’s Peat Fires: Biophysical, Social and Policy Perspectives

DSC_0038

Senin (16/11) Persatuan Pelajar Indonesia di Canberra, Australia berkolaborasi dengan Indonesia Synergy menyelenggarakan diskusi bertemakan “Unravelling the Complexity of Indonesia’s Peat Fires: Biophysical, social and policy perspectives” (Membongkar Kompleksitas Kebakaran Lahan/Hutan di Indonesia: Dari Perspektif Biofisika, Sosial dan Politik) di Fenner School, the Australian National University, Canberra. Diskusi tersebut dimoderatori oleh Prof. Peter Kanowski dan menghadirkan tiga pembicara yang memiliki pengalaman terkait aspek biofisik, sosial, dan kebijakan dari kebakaran gambut. Secara keseluruhan, acara dihadiri oleh kurang lebih 42 orang mahasiswa yang terdiri baik dari mahasiswa Indonesia di Canberra dan mahasiswa internasional lainnya.

Solichin Manuri, pembicara yang memaparkan aspek biofisik menyatakan bahwa penyebab kebakaran pada umumnya dikarenakan pembukaan lahan untuk kegiatan pertanian dan industri. Disamping itu, El Nino yang terjadi tahun ini dan kurun waktu musim kering mempengaruhi munculnya api di lahan gambut. Dalam hal ini, Indonesia memerlukan kebijakan yang komprehensif dan memungkinkan untuk dilaksanakan di lapangan, terutama untuk menjaga hutan yang tersisa dan pembasahan kembali lahan gambut. Solichin menambahkan, upaya-upaya preventif menjadi lebih penting dilakukan dibandingkan upaya penanganan terjadinya kebakaran gambut untuk dilakukan kedepannya.

Yayan Indriatmoko memberikan sudut padangan dari aspek sosial. Pengeringan lahan gambut pada studi kasus area eks – Pengembangan Lahan Gambut (PLG) yang menerapkan sistem kanalisasi turut menyebabkan terjadinya kebakaran gambut. Pengeringan tersebut menyebabkan kondisi gambut terdegradasi dan memicu kebakaran. Disamping itu, kegiatan-kegiatan seperti perladangan berpindah umumnya dilaksanakan secara terkontrol dan tidak menyebar ke lahan gambut. Namun, pembakaran serempak meningkatkan perhatian pada saat yang kegiatan tersebut dilaksanakan bersamaan oleh masyarakat lokal.

Sudut pandang kebijakan disampaikan oleh Avi Mahaningtyas, aktivis lingkungan yang bergerak di bidang perubahan iklim. Saat ini, belum ada strategi komprehensif yang disusun untuk menyelesaikan tantangan kebakaran gambut. Pada saat yang bersamaan, dibutuhkan penegakan hukum yang konsisten dan bertahap dengan cara memperhitungkan besarnya kerusakan yang disebabkan oleh pihak-pihak yang berkaitan dengan pembakaran lahan, seperti korporasi. Meningkatnya kesadaran masyarakat atas dampak kebakaran gambut merupakan salah satu indikasi adanya potensi pelibatan masyarakat kedepan dalam isu ini. Secara umum, masyarakat Indonesia dapat bersikap optimis karena sudah terdapat beberapa upaya preventif dalam penanganan kebakaran gambut. Namun pada saat yang sama, kita harus tetap kritis dalam menyikapi kebakaran hutan dan lahan karena banyaknya pihak yang terlibat termasuk pemerintah, pengusaha dan masyarakat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s